Psikotes Tes Koran Pauli Krapelin

Udah lama nih gak nge post, kali ini saya bakal nge posting tentang tes koran pauli krepelin.

Tujuan dari tes koran pauli krepelin ini adalah mengeksplorasi (meneliti karakter kepribadian seseorang) terutama dalam hal emosi,  dinamisme, kontrol dan reality function tes koran pauli kraepelin. Tes Pauli Kraepelin biasa disebut dengan tes koran, karena ukuran lembar jawabannya yang mirip dengan koran .
 
Tes Pauli Krapelin dikembangkan pertamakali oleh seorang psikiater bernama Emil Kraepelin. Kraepelin pada mulanya menciptakan alat tes yang digunakan sebagai alat bantu untuk mendiagnosa gangguan otak yaitu alzheimer dan dementia. Selanjutnya, pada tahun 1938 Prof. Dr. Richard Pauli bersama Dr. Wilhelm Arnold dan Prof. Dr. Vanmethod memperbaharui tes Kraeplin sehingga dapat distandarisasikan dan dapat pula dipakai untuk mendapatkan data tentang kepribadian. Saat ini tes tersebut dikenal dengan istilah Tes Pauli-Kraepelin. Untuk dapat mengerjakan soal psikotes pauli maupun soal psikotes lainnya dengan baik dan lulus psikotes, perhatikan panduan yang ada di bawah ini.
 

Adapun tujuan dari tes pauli-kraepelin ini adalah untuk mengukur karakter seseorang pada beberapa aspek tertentu, yaitu :

* Aspek keuletan (daya tahan)
* Aspek kemauan atau kehendak individu
* Aspek Emosi
* Aspek penyesuaian diri
* Aspek stabilitas diri

Dalam tes ini, sebenarnya anda hanya diminta untuk mengerjakan hitungan sederhana. Yaitu menjumlahkan deretan angka-angka. Namun yang menjadi masalah adalah jumlah deretan angka yang diberikan sangat banyak. Yaitu sebesar lembaran koran. Sehingga tes yang juga dikenal dengan istilah “Tes Koran” ini menuntut konsentrasi, ketelitian, stabilitas emosi dan daya tahan yang prima. Semakin banyak kesalahan yang anda buat, menunjukkan anda orang yang tidak teliti, tidak cermat, tidak hati-hati dan kurang memiliki daya tahan yang cukup terhadap stres atau tekanan pekerjaan.

Contoh Tes Koran Pauli Kraepelin

Jumlahkan deret angka-angka berikut (diatas dan dibawahnya) dan tulislah jawabannya diantara kedua angka yang anda jumlahkan.

Gambar

 

Keterangan : Pada contoh diatas, angka yang dicetak tebal adalah jawaban penjumlahan dari dua bilangan yang berdekatan (yang diatas dan dibawahnya). 1+8 = 9 ; 8+0= 8 dan seterusnya. Jika hasil penjumlahan lebih dari dua digit, maka ditulis digit terakhirnya saja. Misal 9+9= 18 (ditulis angka 8 saja), tetapi tetap dengarkan instruksi dari pengarah, apakah hanya digit terakhir saja yang ditulis atau 2 digit yang ditulis, Soal Tes Pauli Kraepelin ( Tes Koran).

untuk latihan kalian bisa download disini

http://www.docstoc.com/docs/160710282/Tes-Koran

selamat mencoba🙂

 
 

 

 

Cara Membuat file word menjadi PDF dengan mudah

kali ini saya akan membagi pengetahuan dan aplikasi yang akan kita gunakan, oke langsung saja berawal dari pengalaman pribadi saya yang bingung bagaimana cara membuat file word (.doc) menjadi file PDF .Karena saya bingung saya pun mulai browsig dan mendapatkan aplikasi yang mudah untuk di gunakan .

Langsung download aja link di bawah ini :

http://www.ziddu.com/download/21541149/dopdf-7.rar.html

 

Cara Membuat Kabel UTP dan Urutan-Urutan Kabel UTP (Straight dan Cross)

Beberapa minggu yang lalu saya telah mendapatkan ilmu bagaimana cara mengkrimping Kabel RJ45 dan Urutan Kabel Straight & Cross untuk bisa membuat jaringan pada komputer yang terbuhung secara online ke internet/lokal. Waktu di sekolah namun saya tidak sempat untuk mengambil foto-foto dari kegiatan yang saya lakukan,jadi saya mengambil beberapa foto dari OM GOOGLE hehe..
ok langsung Ikuti saja langkah – langkahnya dibawah ini :

Sebelum melakukan kegiatan ini kita harus mempersiapkan beberapa atal dan bahan :
di antaranya adalah

  • Tank Crimping
  • Kabel UTP
  • Konektor RJ-45
  • Cable Tester

Tank Crimping

 Tank krimping adalah alat untuk memotong kabel UTP dan untuk menjepit ujung konektor,dan ini sangat penting sekali bagi kita yang ingin belajar cara mengkrimping kabel,alat ini bentuknya hampir sama dengan Tank biasa yang sering kita lihat.

Image

Kabel UTP

 Kabel UTP perlu kita gunakan untuk saling menyalurkan jaringan internet,dan di dalam kabel UTP ini di dalamnya ada 8 helai kabel kecil yang berwarna-warni,dan ini warna kabel kecil yang ada di dalam kabel UTP.

ImageImage

URUTAN-URUTAN KABEL UTP (Straight dan Cross):

Image

dalam pemasangan antara kabel dan konektor ada 2 cara yg dapat digunakan yg tentunya utk berbeda
yaitu :

1.Cross over
pemasangan dengang  cara crossover ini digunakan untuk membuat jaringan peer to peer (hubungan 2 komputer).

2. strike through
pemasangan dengan cara strikethrough ini dapat digunakan untuk membuat jaringan lan (lebih dari 2 komputer)
berdasarkan 2 cara diatas kita pilih cara kedua karena kita akan membuat jaringan LAN.

Konektor

Konektor adalah peripheral yang kita pasang pada ujung kabel UTP tujuanya agar kabel dapat kita pasang pada port LAN. Kita harus mempunyai konektor RJ-45 untuk dipasangkan pada ujung kabel UTP. dan alat ini sangat berguna sekali.

Image

 

 

Cable Tester

Cable Tester adalah alat untuk menguji hasil krimpingan kita,tapi kalau krimpingan kita salah maka lampu di Cable Tester ini tidak akan menyala dan kalau hasil krimpingan kita sudah benar maka lampu di Cable Tester akan menyala dengan otomatis,jadi alat ini sangan berguna bagi kita untuk mengetahui hasil krimpingan kita,di bawah ini contoh gambar Cable Tester:

Image

Praktek membuat kabel Straight

  • Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm
  • Buka pilinan kabel, luruskan dan urutankan kabel sesuai standar TIA/EIA 368B
  • Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel,
  • Masukan kabel  yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel posisinya sudah benar.
  • Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semua pin (kuningan) pada  konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel.
  • Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain
  • Langkah terakhir adalah menge-cek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.
  • Dibawah ini adalah contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor, urutan kabel dari kiri ke kanan (pada gambar dibawah ini urutan pin kabel dimulai dari atas ke bawah).

Image

Bagi teman-teman yang ingin mengetahui lebih jelas bisa mendownload fle ini
http://www.ziddu.com/download/21534056/JARINGANPEERTOPEER_Wordpress_.pdf.html

Demikian Penjelasan Pemasangan Kabel UTP semoga bermanfaat 

Install Jupiter pada Ubuntu 12.04

Haii…. lama saya tidak posting ,mungkin karena terlalu asik liburan hehe.. ,tapi liburan telah usai dan saatnya kembali ke kegiatan awal hahaha..

yupppss kali ini saya akan memberitahukan bagaimana cara menginstall jupiter pada Ubuntu 12.04.ini bermula di mana saya kebingungan saat melihat laptop saya yang sangat panas dan baterai yang cepat habis dan tidak terkontrol..
setelah saya tanya pada abang-abang di Forum ubuntu indonesia saya di beri solusi untuk menginstall jupiter dan hasilnya pun terlihat ,semoga saja ini juga berfungsi dengan baik dan sesuai keinginan kalian ..Aminn..

Jupiter adalah applet yang dapat berfungsi sebagai pengontrol hardware pada mesin linux. Jupiter dirancang agar dapat memaksimalkan kinerja baterai yang diintegrasikan dengan mesin linux yang dapat merubah parameter dari sebuah laptop yang ditenagai oleh sebuah baterai. atau dengan kata lain jupiter dapat menghemat baterai.

untuk menginstall jupiter pada ubuntu 12.10 “Precise Pangolin” buka terminal dan ikuti perintah berikut :
sudo add-apt-repository ppa:webupd8team/jupiter
sudo apt-get update
sudo apt-get install jupiter

selamat mencoba ..🙂

MOTOR DIESEL

Pendahuluan Motor Diesel

Penemu motor diesel adalah seorang ahli dari Jerman, bernama Rudolf Diesel (1858 – 1913). Ia mendapat hak paten untuk mesin diesel pada tahun 1892, tetapi mesin diesel tersebut baru dapat dioperasikan dengan baik pada tahun 1897.

Tujuan Rudolf Diesel
Menaikkan rendemen motor (rendemen motor bensin = 30%, rendemen motor diesel = 40 – 51%)
Mengganti sistem pengapian dengan sistem penyalaan sendiri, karena sistem pengapian motor bensin pada waktu kurang baik
Mengembangkan sebuah mobil yang dapat dioperasikan dengan bahan bakar lebih murah daripada bensin.

Kesulitan Rudolf Diesel
Belum ada pompa injeksi yang dapat menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan tinggi, karena untuk menyemprotkan bahan bakar pada silinder yang bertekanan tinggi diperlukan konstruksi pompa yang khusus.

Di akhir tahun 1922, Robert Bosch mulai mengadakan penelitian, percobaan, dan pengembangan sistem penyemprotan bahan bakar pada motor diesel. Akhirnya usaha itu berhasil dengan diproduksinya seri pertama pompa injeksi pada tahun 1927.

Perlengkapan Sistem Bahan Bakar Diesel

Nama bagian:
1. Tangki bahan bakar A Bahan bakar kotor
2. Saringan kasa pada pompa mengalir B Bahan bakar bersih
3. Advans saat penyemprotan C Bahan bakar bertekanan tinggi
4. Saringan halus D Saluran pengembali
5. Pompa injeksi
6. Governor
7. Nosel
8. Busi Pemanas

Penggolongan motor diesel
Cara penyemprotan dan pembentukan campuran

1. Injeksi langsung (contoh: bentuk bak)

Bagian – bagian:
1. Injektor ( jenis lubang banyak)
2. Ruang bakar

Bentuk ruang bakar:
1. Ruang bakar ada di dalam silinder biasanya di dalam torak

Macam – macamnya:
1.Bentuk bak
2.Bentuk setengah bola
3.Bentuk hati
4.Bentuk bola

Cara kerja:
Bahan bakar disemprotkan langsung ke dalam silinder. Nosel injeksi biasanya mempunyai beberapa lubang

Penggunaan:
Kebanyakan motor – motor besar

Keuntungan:
Efisiensi dan daya tinggi
Dapat dihidupkan tanpa pemanas mula

Kerugian:
Suara keras
Pompa injeksi dan injektor lebih mahal, karena tekanan penyemprotan tinggi

Injeksi tak langsung (contoh: kamar pusar)

Bagian – bagian
1.Injektor
2.Busi pijar
3.Ruang bakar
4.Saluran penghubung

Bentuk ruang bakar:
Ruang bakar berada diluar silinder

Macam – macamnya:
1.Kamar pusar
2.Kamar muka

Cara kerja

Udara dikompresikan ke dalam ruang bakar. Karena saluran penghubung menuju ke ruang bakar berkonstruksi miring / tangensial, maka udara menerima olakan yang mempermudah pembentukan campuran pada saat bahan bakar disemprotkan. Oleh karena itu tekanan injektor bisa lebih rendah dan nosel cukup dengan satu lubang.

Penggunaan:
Pada motor – motor kecil dan sedang

Keuntungan:
Suara lebih halus daripada motor dengan injeksi langsung
Perlengkapan injeksi lebih murah, karena tekanan penyemprotan lebih rendah

Kerugian:
Efisiensi dan daya kurang daripada injeksi langsung
Memerlukan sistem pemanas mula

Proses kerja

Motor diesel 4 tak
Kebanyakan motor diesel adalah motor 4 tak
Prinsip 2 tak hanya digunakan pada motor besar, misalnya pada kereta api, kapal laut, dst.

Motor diesel 2 tak
Perbedaan dengan motor diesel 2 tak adalah:
Pembilasan memanjang yang memerlukan katup buang
Pengisapan dan pembilasan dijalankan dengan kompresor yang langsung menekan udara ke dalam silinder.

Keterangan:
1.Injektor / nozel
2.Katup buang
3.Kompresor
4.Piston
5.Poros engkol

Keuntungan:
Daya motor besar, motor dilengkapi sistem pelumasan tekan seperti pada motor 4 tak

Kerugian:
Kompresor mahal, berisik dan sensitif terhadap udara kotor
Sistem Pengisian / Pengisapan

Isapan biasa

Pengisapan dengan turbocarjer

Bagian – bagian utama:
1.Rumah Kompresor
2.Roda Kompresor
3.Poros penghubung
4.Rumah turbin
5.Roda turbin

1.Udara dari saringan
2.Udara ditekan ke silinder
3.Gas buang menggerakkan turbin
4.Ke knalpot

Keuntungan:
Daya motor lebih besar untuk berat / ukuran motor yang sama

Proses kerja motor diesel dibandingkan dengan motor Otto 4 tak

Motor Diesel
Yang dihisap hanya udara, silinder akan terisi penuh
Motor Otto
Yang dihisap adalah campuran bahan bakar dan udara, silinder akan terisi sesuai dengan posisi katup gas

Langkah kompresi

Motor diesel
Perbandingan kompresi () = 15-23
Udara dikompresi sampai 1,5 – 4 Mpa (15 – 40 bar)
Temperatur menjadi 700-900oC
Penyemprotan bahan bakar dimulai
30O – 10O Sebelum TMA

3. Langkah Usaha

Motor Diesel

Bahan bakar terbakar dengan
sendirinya akibat temperatur
udara yang panas.

Tekanan pembakaran 4 – 12
Mpa (40 – 120 bar)

4. Langkah buang

Motor diesel
TTemperatur gas buang 500 –600oC

Diagram indikator tekanan motor Diesel 4 tak

A= Mulai penyemprotan
B= Mulai penyalaan
C= Tekanan maksimum
D= Akhir penyemprotan
E= Akhir pembakaran
F= Katup buang membuka

Kesimpulan:

Motor Diesel

Pembentukan campuran bahan bakar dan udara berada di dalam ruang bakar

2.cara penyalaan

Terjadi dengan sendirinya akibat temperatur akhir kompresi yang tinggi dan titik penyalaan bahan bakar yang relatif rendah

3.proses pembakaran

A = Mulai penyemprotan
B = Mulai penyalaan
B’= Saat pengapian
C = Tekanan Maksimum
C’= Tekanan maksimum
D = Akhir penyemprotan
E = Akhir pembakaran
E’= Akhir pembakaran
F = Katup buang membuka
F’= Katup buang membuka

Tekanan pembakaran maksimum jauh lebih tinggi daripada motor Otto
Proses pembakaran dapat dikendalikan oleh sistem injeksi
(misalnya: lama penyemprotan menentukan lama pembakaran)

4.perbandingan campuran
Pemakaian bahan bakar motor diesel lebih hemat daripada motor Otto karena:
Perbandingan kompresi yang tinggi
Perbandingan campuran selalu kurus

Daya motor diesel lebih rendah daripada motor Otto, karena:
Putarannya lebih rendah
Injeksi langsung dan tak langsung

Injeksi langsung

Cara kerja:
Pada akhir langkah kompresi, torak mendekati kepala silinder, udara akan tertekan kedalam ruang bakar dan menerima pusaran yang cepat. Kemudian bahan bakar disemprotkan melalui lubang – lubang nosel injeksi dan akan dibagikan dalam ruang bakar. Akibat temperatur tinggi dan pusaran bahan bakar cepat menguap dan menyala dengan sendirinya.

Catatan
Kebanyakan motor besar menggunakan sistem ini
Memerlukan injektor jenis lubang banyak dengan tekanan pembukaan yang tinggi
Tidak memerlukan sistem pemanas mula, pada saat motor dingin temperatur akhir langkah kompresi masih cukup tinggi untuk penyalaan diri
Perbandingan kompresi tinggi
Macam – macam bentuk ruang bakar

Karakteristik Rangkaian Listrik Seri

Hemm kali ini saya akan membagi pengetahuan tentang rangkaian listrik seri.
check this out..😉

Pada rangkaian seri, setiap alat listrik dihubungkan ke alat listrik lain sedemikian rupa sehingga arus yang sama mengalir ke seluruh alat. Karakteristik sebuah rangkaian seri adalah bahwa, jika salah satu alat dimatikan, rangkaian akan mati dan tidak ada arus yang mengalir di dalam alat manapun di dalam rangkaian tersebut.

Tahanan Seri

Besarnya tahanan total (Rt)
Rt = R1 + R2 + R3
Untuk tahan seri sebanyak N tahanan dapat dirumuskan
Rt = R1 + R2 + R3 + R4 + . . . + Rn
Catatan:
Rt lebih besar dari nilai resistor yang ada.
Contoh:
Tiga buah tahanan dihubungkan secara seri, R1 = 100Ω, R2 = 50 Ω, R3 = 75 Ω. Berapakah
besar nilai tahanan penggantinya.
Penyelesaian:
Rt = R1 + R2 + R3 + R4 + . . . + Rn
Rt = R1 + R2 + R3
Rt = 100 + 50 + 75
Rt = 225 Ω

Arus dalam rangkaian
Sebagaimana telah kita pelajari bahwa hanya ada satu jalur untuk arus mengalir ke dalam
rangkaian seri. Sekarang, Mari kita hubungkan sebuah ammeter secara seri ke rangkaian dan
perhatikan apa yang terjadi. Maka dengan demikian, ammeter harus selalu disambungkan
secara seri pada setiap rangkaian.

Jika arus yang mengalir dari catu daya (supply) listrik adalah 2 A – seperti pada Gambar 20 di
atas, maka kita melihat penunjukan pada ammeter At, A1, A2, dan A3, semua pembacaannya
sama, yaitu 2 A. Dengan kata lain, arus yang mengalir pada semua bagian rangkaian seri
tersebut adalah sama. Ini dapat ditulis dengan persamaan sebagai berikut:
It (I total) = I1 = I2 = I3, dan seterusya

Tegangan rangkaian seri
Sekarang mari kita perhatikan pembagian tegangan di dalam rangkaian seri dengan
memasang sebuah voltmeter pada saluran catu daya (supply) dan juga pada setiap komponen
R1, R2, dan R3 seperti tampak pada Gambar di bawah ini.

Jumlah tegangan yang terbaca oleh voltmeter E1, E2, E3dan E4, seperti terlihat pada gambar merupakan tegangan total atau tegangan sumber. Kita telah mempelajari bahwa jumlah total tegangan catu (supply) disebut VT sama besarnya.
Dalam kenyataannya, penjumlahan dari masing-masing drop tegangan dalam rangkaian seri
akan selalu sama dengan tegangan catu (supply) dan secara matematis ditulis sebagai berikut:
VT (Vtotal) = VT + VT + VT dan seterusnya.

Drop tegangan pada tahanan seri
ETOTAL = E1 + E2 + E3 + E4
R1 : R2 : R3 : R4 = E1 : E2 : E3 : E4
R1/R tot = E1/E tot

Contoh:
Tiga buah tahanan 2 Ω, 4 Ω dan 6 Ω dirangkaikan secara seri. Tegangan yang diberikan
pada tahanan tersebut – Vtotal = 12 volt
Hitung:
1. Tahanan total (Rt)
2. Arus dalam rangkaian (It)
3. Drop tegangan pada masing-masing tahanan
Penyelesaian:
1. Tahanan total
Rt= R1 + R2 + R3
Rt= 2 + 4 + 6
Rt=12Ω

2. Arus rangkaian
I = V/R
= 12/12
= 1A

3. Drop tegangan pada R1, R2, R3, (arus yang pada rangkaian adalah sama)
VR1= It x R1
VR1= 1 x 2
VR1= 2 V
VR2= It x R2
VR2= 1 x 4
VR2= 4 V
VR3= It x R3
VR3= 1 x 6
VR3= 6
Memeriksa total tegangan pada rangkaian seri
V = VR1 + VR2 + VR3 = 2 + 4+ 6 = 12
V = VR1 + VR2 + VR3
V = 2 + 4 +6 = 12 volt
Dari nilai tersebut telah sesuai dengan tegangan sumber.

Motor Starter

Kemaren saya isenge-isenge browsing dan gak esengaja ketemu artikel tentang Motor Sterter .dan saya langsung erpikiran untuk memposting artikel ini,yups langsung aja tanpa basa basi..🙂

A. PENGERTIAN DAN FUNGSI SISTEM STARTER
Uraian
Suatu mesin tidak dapat mulai hidup (start) dengan serndirinya, maka mesin tersebut memerlukan tenaga dari luar untuk memutarkan poros engkol dan membantu untuk menghidupkan.
Starter sepeda motor yang umum digunakan adalah :
· Sistem kick starter (mesin akan mulai berputar karena dorongan kaki pada pedal kick starter).
· Sistem elektrik starter (starter dengan menggunakan motor listrik).

a. Sistem kick starter
Bagian-bagian peralatan yang saling berhubungan pada sistem kick starter adalah:
(1) Pedal kick starter
(2) Batang/poros starter
(3) Roda gigi starter pinion
(4) Roda gigi starter pada poros penggerak (poros konter/counter shaft)
(5) Roda gigi starter pada poros utarna (main shaft)
(6) Rumah kopling
(7) Roda gigi penggerak (penggerak rumah kopling dengan poros engkol)
(8) Poros engkol
(9) Batang penggerak
(10) Torak

Dari susunan bagian peralatan yang saling berhubungan tersebut di atas dapat di jelaskan bahwa dengan satu kali ayunan kaki pada pedal kick starter dapat mengakibatkan bergeraknya torak untuk mengadakan menghisap bahan bakar, mengkompresi bahan bakar, busi mengeluarkan bunga api sehingga akibatnya mesin dapat hidup.

b. Sistem starter listrik (elektrik)
Pada sistem ini terdapat motor starter yang digerakkan oleh adanya arus listrik dari baterai (aki), tenaga putaran dari motor starter diteruskan melalui rantai ke roda gigi Starter yang terdapat pada poros engkol, dengan berputarnya poros engkol maka mesin dapat dihidupkan.

c. Sistem Stater Pneumatik
Adalah stater yang sumber tenagannya dari udara yang bertekanan. Banyak dipakai pada mesin-mesin kapal laut. Karena mesin kapal cukup besar, maka digunakan stater jenis ini.
Dari beberapa cara yang ada , mobil pada umumnya menggunakan motor listrik, digabungkan dengan magnetic switch yang memindahkan gigi pinion yang berputar ke ring gear yang dipasangkan ke pada bagian luar dari fly wheel, sehingga ring gear berputar ( dan juga poros engkol ).

Motor starter harus dapat menghasilkan momen yang besar dari tenaga yang kecil yang tersedia pada baterai. Hal lain yang harus diperhatikan ialah bahwa motor starter harus sekecil mungkin. Untuk itulah , motor serie DC (arus searah) umumnya yang dipergunakan.

Komponen sistem starter
1. Battery

Umumnya baterai yang digunakan sebagi sumber tenaga pada sistem kelistrikan otomotif mempunyai tegangan 12 Volt dan kapasitasnya berkisar 40 – 70 AH Baterai mempunyai 2 kutub yaitu kutub (+) dan kutub (-). Kutub (+) diberi kode 30 dan kutub (-) atau mas diberi kode 31.
Pada motor starter, Batteray berfungsi Menyediakan tenaga listrik untuk menggerakkan motor starter

2. Kunci kontak

Kunci kontak mempunyai beberapa posisi :
· Off : terputus dari sumber tegangan (baterai)
· ACC : Terhubung dengan arus baterai , tetapi hanya untuk kebutuhan acecoris
· ON / IG : Terhubung ke sistem pengapian (Ignition )
· START : untuk Start
Ignition Switch/Kunci Kontak berfungi Memutus dan menghubungkan arus listrik dari baterai ke terminal 50

3. Kabel

Kabel adalah konduktor yang dibungkus isolator dan berfungsi sebagai penghubung komponen – komponen sistem kelistrikan pada mobil, kabel dibedakan ukuran diameternya menurut penggunaanya. Kabel kecil digunakan untuk arus kecil dan kabel besar diguanakan untuk arus yang besar. Untuk penghubung pada sistem starter digunakan kabel yang cukup besar karena perlu arus yang besar.

4. Fuse (Sekering)

Sekering (fuse) berfungsi sebagai pembatas arus (pengaman) agar tidak terjadi kelebihan tegangan yang akan menyebabkan kerusakan pada setiap komponen sistem kelistrikan.

5. Magnetic Switch dan Motor sterter

Magnetic Switch and Motor Starter berfungsi Menerima arus dari baterai dan merubahny menjadi tenaga putaran untuk menggerakkan mesin

Motor Starter
Motor starter yang dipergunakan pada automobile dilengkapi dengan magnetic switch yang memindahkan gigi yang berputar (selanjutnya disebut gigi pinion ) untuk berkaitan atau lepas dari ring gear yang dipasangkan mengelilingi fly wheel (roda gila) yang dibuat pada poros enngkol. Saat ini kita mengenal dua tipe motor starter yang digunakan pada kendaraan atau truck-truck kecil, yaitu motor starter konvensional dan reduksi. Mobil-mobil yang dirancang untuk dipergunakan pada daerah dingin mempergunakan motor starter tipe reduksi, yang dapat menghasilkan momen yang lebih besar yang diperlukan untuk mensart mesin pada cuaca dingin. Motor starter tipe ini dapat menghasilkan momen yang lebih besar dari pada motor starter konvensional untuk ukuran dan berat yang sama., saat ini mobil cenderung mempergunakan tipe ini meskipun untuk daerah yang panas. Pada umumnya motor starter digolongkan (diukur) berdasarkan output nominalnya (dalam KW) makin besar output makin besar kemampuan starternya.
Jenis jenis motor starter :

1. Motor Starter konvensional

2. Motor Starter Reduksi

B. KOMPONEN – KOMPONEN MOTOR STARTER
1. Field Coil, Yoke, dan Pole Core
Field coil dibuat dari lempengan tembaga, dengan maksud dapat memungkinkan mengalirnya arus listrik yang cukup kuat/besar. Field coil berfungsi untuk dapat membangkit medan magnet.
Yoke dibuat dari logam yang berbentuk silinder dan berfungsi sebagai tempat pole core yang diikat dengan sekrup.Pole core berfungsi sebagai penopang field coil dan memperkuat medan magnet yang ditimbulkan oleh field coil.

Pada starter biasanya digunakan empat field coil yang berarti mempunyai empat core.
2. Armature dan Shaft

Armature terdiri dari sebatang besi yang berbentuk silindris dan diberi slot-slot,poros,komulator serta kumparan armature. Dan berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik, dalam bentuk gerak putar.
3. Brush
Brush terbuat dari tembaga lunak, dan berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari field coil ke armature coil langsung ke massa melalui komutator. Umumnya sarter memiliki empat buah brush, yang dikelompokkan menjadi dua.
a. Dua buah disebut dengan brush positif.
b. Dua buah disebut dengan brush negative.

4. Armature Brake

Armature brake berfungsi sebagai pengereman putaran armature setelah lepas dari perkaitan dengan roda penerus.

5. Drive Lever

Drive lever berfungsi untuk mendorong pinion gear kea rah posisi berkaitan dengan roda penerus. Dan melepas perkaitan pinion gear dari perkaitan roda penerus.

6. Sarter Clutch

Sarter clutch berfugsi untuk memindahkan momen puntir saft kepada roda penerus, sehingga dapat berputar.Sarter clutch juga berfungsi sebagai pengaman dari armature coil bilamana roda penerus cenderung memutarkan pinion gear.

7. Sakelar Magnet (Magnetic Switch)

Sakelar magnet digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan pinion gear ke/dari roda penerus, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada sirkuit motor starter melalui teminal utama.
Terminal – terminal yang ada pada saklar starter :
·Terminal B : Mendapatkan arus langsung dari positif baterai (30)
·Terminal C : Menghubungkan/mengalirkan arus dari terminal B ke kumparan medan (field coil)
·Terminal ST (50) : Mendapatkan arus dari terminal ST (50) kunci kontak dan meneruskanya ke pull in coil (PIC) dan hold in coil (HIC) melalui plat kontak

C. CARA KERJA SISTEM STARTER
1. Pada saat motor Switch On (ST)

Apabila starter switch diputar ke posisi ON, maka arus baterai mengalir melalui hold in coil ke massa dan dilain pihak pull in coil, field coil dan ke massa melalui armature. Pada saat in hold dan pull in coil membentuk gaya magnet dengan arah yang sama, dikarenakan arah arus yang mengalir pada kedua kumparan tersebut sama.Seperti pada gambar diatas.
Dari kejadian ini kontak plate (plunger) akan bergerak kea rah menutup main switch, sehingga drive lever bergerak menggeser starter clutch kea rah posisi berkaitan dengan ring gear. Untuk lebih jelas lagi aliran arusnya adalah sebagai berikut:
Baterai→terminal 50→hold in coil→massa
Baterai→terminal 50→pull in coil→field coil→armature→massa
Oleh karena arus yang mengalir ke field coil pada saat itu , relative kecil maka armature berputar lambat dan memungkinkan perkaitan pinion dengan ring gear menjadi lembut. Pada kendaraan ini kontak plate belum menutup main switch.

2. Pada saat Pinion Berkaitan Penuh

ila pinion gear sudah berkaitan penuh dengan ring gear , kontak plate akan mulai menutup main switch, lihat gambar diatas, pada saat ini arus akan mengalir sebagai berikut:
Baterai→terminal 50→hold in coil→massa
Baterai→main switch→terminal c→field coil→armature→massa
Seperti pada gambar diatas di terminal C ada arus , maka arus dari pull in coil tidak dapat mengalir, akibatnya kontak plate ditahan oleh kemagnetan hold in coil saja. Bersama dengan itu arus yang besar akan mengalir dari baterai ke field coil→armature→massa melalui main switch. Akibatnya starter dapat menghasilkan momen punter yang besar yang digunakan memutarkan ring gear. Bilaman mesin sudah mulai hidup, ring gear akan memutarkan armature melalui pinion.Untuk menghindari kerusakan pada starter akibat hal tersebut maka kopling sarter akan membebaskan dan melindungi armature dari putaran yang berlebihan.
3. Pada saat starter Switcf OFF.

Sesudah starter switch dihidupkan ke posisi off, dan main switch dalam keadaan belum membuka (belum bebas dari kontak plate).Maka aliran arusnya sebagai berikut:
Baterai→terminal 30→main switch→terminal C
Field coil→armature→massa
Oleh karena starter switch off maka pull in coil dan hold in coil tidak mendapat arus dari teminal 50 melainkan dari teminal C.Sehingga aliran arusnya akan menjadi:
Baterai→terminal 30→main switch→terminal C
Pull in coil→Hold in coil→massa
Karena arus pull in coil berlawanan maka arah gaya magnet yang dihasilkan juga berlawanan sehingga kedua-duanya saling menghapuskan, hal iini mengakibatkan kekuatan return spring dapat mengembalikan kontak plate ke posisi semula.Dengan demikian drive lever menarik sarter clutch dan pinion gear terlepas dari perkaitan.